Senin, 21 Oktober 2013

Tentang Saya


Nama saya Christian Adi Wijaya. Saya bertempat tinggal di daerah Lippo Cikarang. Saya bersekolah di SMA Don Bosco 3 Cikarang. Sekarang saya kelas X. Hobi saya adalah futsal dan main games.
Twitter : @aw_Christian
Facebook : Christian Adi
Email : christianadiwijaya98@yahoo.com
Cita Cita saya menjadi pengusaha. Keinginan saya setelah lulus SMA adalah melanjutkan kuliah.
Sekian

Senin, 14 Oktober 2013

Zhang Xin : Buruh Pabrik yang Kini Menjadi Salah Satu Wanita Terkaya di Dunia




Zhang Xin adalah wanita sukses yang sempat dimuat dalam majalah Forbes sebagai 1 dari 10 wanita terkaya di dunia dengan kekayaan yang diperoleh dari hasil keringat sendiri, bukan warisan atau hibah. Kabarnya, kekayaan Zhang Xin mencapai US$2 milliar atau sekitar Rp.18 triliun. Siapa Zhang Xin dan bagaimana ia menjadi sukses seperti sekarang?

Zhang Xin kecil hidup bersama orangtuanya dengan sangat sederhana. Mereka tinggal di lantai 5 sebuah rusun di Beijing. Sudah biasa bagi mereka untuk makan nasi ransum dengan mangkuk besi bersama anak anak pekerja keras China yang lain.

Saat remaja, Zhang Xin sempat menjadi buruh pabrik di Hongkong, dengan jam kerja 12 jam sehari. Saat bekerja itulah, sedikit demi sedikit Zhang bisa mengumpulkan uang. Akhirnya, saat mencapai usia 20, ia memberanikan diri merantau ke Inggris ketika ia mendapat beasiswa di Sussex. Dari sekolah tersebut, Zhang melanjutkan kuliah di Cambridge University serta mendapatkan gelar master pada usia 27 tahun. Ia berhasil menyelesaikan studi S2 tersebut dengan mengambil bidang Development Economics.

Kemudian Zhang mendapatkan pekerjaan di perusahaan internasional Goldman Sachs and Travelers Group. Ia membangun karirnya di bidang investment banking. Dari sinilah kisah kesuksesan Zhang pelan pelan mulai diraih. Ia pun berkecimpung dalam bisnis properti.

Pada 1994 Zhang kembali ke China karena ia terpikat oleh tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi. Salah seorang sahabatnya, Pan Shiyi, menyarankan Zhang memulai bisnis properti. Pan, yang dataang dari keluarga yang lebih miskin dari Zhang, memprediksi bahwa masa depan bisnis properti sangat bagus.

Beberapa hari kemudian, Pan mengusulkan semua ide yang dimilikinya kepada Zhang Xin yang juga memiliki ketertarikan yang sama. Mereka lalu mendirikan SOHO. Bersama Pan, yang kemudian menjadi suaminya, Zhang memulai bisnis tersebut pada tahun 2007. Perusahaan ini sempat terpuruk dengan hutang US$1,65 miliar. Namun sedikit demi sedikit hutang tersebut bisa direstukturisasi.

Di bawah bendera SOHO, Zhang mengembangkan dan membangun kerajaan bisnis properti bersama suaminya. Mereka berhasil mengubah rumah beton kotor yang ia tinggali sejak tahun 1970, menjadi gedug yang indah dan futuristik. "Pembangunan ini bertahap dan begitu lama", katanya. "Saya teringat ketika kami sedang berjuang membayar gaji dan tagihan. Bagaimanapun perusahaan harus tetap berjalan meskipun dengan hutang. Dengan kontrol biaya yang ketat, kami pun secara bertahap bisa mendapatkan keuntungan."

Bagaimana kiat Zhang untuk meraih kesuksesan tersebut? Kerja keras dan kecerdasan merupakan faktor utama bagi wanita tersebut dalam meraih sukses. Namun ada lagi faktor faktor lain yang tidak kalah penting, yakni:
a. Pengusaha yang baik berarti tetap memenuhi janji terhadap klien atau rekan bisnis, tanpa berniat berdusta untuk keuntungan pribadi.
b. Selain itu, tetaplah mempertahankan gaya hidup sederhana tanpa perlu menjadi glamour serta menghambur hamburkan harta.

Meski telah sukses, Zhang Xin tidak mau memamerkan kekayaannya. Penampilannya sangat sederhana. Mulai dari make up, perhiasan, serta pakaiannya tidaklah berlebihan. Waktunya di akhir minggu didedikasikan bagi keluarga tercinta.

Bahkan dengan triliunan rupiah yang ia punya, Zhang tetap mempertahankan sikap hemat. Bila menggunakan pesawat, dia akan menolak menggunakan tiket kelas 1. Padahal baginya, sangatlah mudah untuk terbang kemana saja dengan tiket paling mahal sekalipun. Namun ia tetap memilih untuk berpergian dengan kelas bisnis. "Ini bukan soal keterjangkauan, ini tentang hati nurani. Kelas bisnis ini sudah cukup nyaman", katanya.
" Tetaplah mempertahankan gaya hidup sederhana tanpa perlu menjadi glamour serta menghambur hamburkan harta..."
                 -Zhang Xin- 

Kesuksesan yang Berawal dari Garasi (Sejarah Google)

 Sergey Brin                           Larry Page
Bulan September adalah bulan kelahiran Google, mesin pencari di Internet yang berbasis di Amerika Serikat. Google merupakan salah satu mesin pencari paling populer di web dan menerima setidaknya 200 juta permintaan pencarian setiap hari. Tahukah anda, bahwa keberhasilan Google ternyata berawal dari garasi saja?

Siapa yang tak kenal dengan Google. Bagi semua peselancar dunia cyber pasti sudah sangat akrab dengan Google. Google sangat terkenal sebagai mesin pencari di dunia maya. Yang perlu dilakukan hanyalah mengetik kata kunci (keyword) yang diinginkan maka Google akan melacak dan mencari informasi apapun yang diinginkan

Kata Google berasal dari kata googlo. Kata itu diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner seorang ahli matematika dari AS. Sirrota membuat istilah googlo untuk menyebutkan angka 1 yang diikuti 100 angka nol.

Tapi tahukah anda, Google tak hanya unik dari asal katanya, Google pun memliki latar belakang yang unik. Google lahir dari pertemuan 2 pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995. Larry Page, alumnus Universitas Michigan, yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, 2 pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer, yakni masalah bagaimana memperoleh informasi yang diinginkan dari sekumpulan data yang sangat banyak jumlahnya. Mereka mengembangkan teori bahwa sebuah mesin pencari yang berdasarkan analisis matematika hubungan antara situs situs web akan memberikan hasil yang lebih baik daripada dengan menggunakan teknik teknik lainnya yang digunakan saat itu.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergei mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari ini langsung menyebar ke seluruh penjuru kampus. Dengan keyakinan bahwa halaman yang paling banyak link dari halaman halaman web lainnya merupakan halaman yang paling relevan, Page dan Brin memutuskan untuk menjadikan penelitian mereka sebagai fondasi bagi mesin pencari yang mereka ciptakan.

Larry dan Sergei terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal tahun 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google. Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. Pertemuan mereka terjadi pada pagi pagi buta di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto. Larry dan Sergei memberikan demo secara singkat karena kesibukan Andy membuatnya tidak memiliki waktu yang panjang untuk demo tersebut.

Melalui demo itu Andy setuju untuk memberikan bantuan dana berupa cek senilai 100 ribu US$. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergei tak mungkin mencairkan dana selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, 2 pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1 juta dollar. Dan akhirnya, perusahaan Google resmi didirikan pada 7 September 1998 di Menlo Park, California.

Misi Google adalah, "Mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diakses secara universal dan berguna." Filosofi Google meliputi slogan seperti "Don't be evil", serta "Kerja harus menatang dan tantangan itu harusnya menyenangkan", menggambarkan budaya perusahaan yang santai.

Google menjadi populer di antara pengguna internet karena desainnya yang sederhana dan bersih serta hasil pencariannya yang relevan. Iklan iklan yang menjadi sumber profit mereka dimunculkan secara berbeda bagi pengguna berdasarkan kata kunci sehingga iklan tersebut menjadi lebih relevan. Iklan iklan tersebut juga diharuskan menggunakan teks saja agar desain halaman tetap rapi dan loading halaman tetap cepat. Pada saat kebanyakan perusahaan dotcom lainnya bangkrut, Google secara diam diam semakin memperkuat pengaruhnya dan mendapatkan laba.

Pada September 2001, mekanisme PageRank diberikan hak paten Amerika. Hak paten tersebut diberikan secara resmi kepada Leland Stanford University dan mencantumkan nama Lawrence Page sebagai sang pencipta.

Masa puncak kejayaannya pada awal 2004, Google mengurus hampir 80% dari seluruh permintaan pencarian di internet melalui situs webnya dan klien klien seperti Yahoo!, AOL dan CNN. Saat ini Google merupakan perusahaan berpredikat nomor 1 dalam top 100 perusahaan yang paling diminati di Amerika, dengan jumlah pegawai sekitar 10 ribu orang.

Dari Kuli Bangunan dan Tukang Ojek menjadi Direktur.


Wibowo, pemuda asal Grobogan yang hanya lulusan SD ini tak pernah mau menyerah dengan keadaan. Demi memperbaiki nasib hidup, ia merantau ke Jakarta meski awalnya harus bekerja sebagai kuli bangunan dan tukang ojek. Ia lalu merintis usaha cucui mobil. Usahanya terus berkembang, dan dari situlah titik balik kehidupannya dimulai. Kini, ia menjadi bos PT. Master Snow Indonesia yang memiliki ratusan karyawan.

Wibowo hidup dan tumbuh di tengah keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Bapak ibunya adalah seorang petani, terkadang menjadi buruh tani di sawah orang lain untuk menambah peghasilan. Keterbatasan ekonomi membuat Wibowo sudah harus bekerja untuk mendapatkan uang jajan. Di pagi hari, Bowo, panggilan akrabnya, mencari daun pisang dan daun jati untuk dijual sebagai bungkus makanan. Setelah lulus SD, Bowo tak bisa melanjukan ke jenjang selanjutnya karena tak ada biaya. Ia harus berusaha tegar. Ia kemudian bekerja di sebuah pabrik genteng di daerahnya dengan gaji Rp.1500/hari.

Saat bekerja, sudah banyak teman teman sekampungnya yang bekerja di Jakarta sebagai kuli bangunan. Akhirnya ia meninggalkan pekerjaannya dan berangkat ke Jakarta sambil
membawa mimpinya. Pertama kali menjejakkan kaki di Jakarta pada tahun 1996, Bowo langsung bekerja sebagai kuli bangunan bersama teman teman sekampungnya. Gaji yang diterimanya waktu itu hanya Rp.5000/hari. Ia sempat berpindah pindah ke beberapa tempat bangunan. Setelah kurang lebih 2 tahun, Bowo mulai berpikir untuk bekerja sebagai tukang ojek. Melihat cara kerja tukang ojek yang bebas, tidak disuruh suruh, dan tidak terikat oleh waktu membuat Bowo memutuskan untuk meloncat dari kuli bangunan menjadi tukang ojek. Keputusan ini boleh dibilang nekat. Sebab kala itu Bowo tak punya motor sendiri. Ia terpaksa harus sewa ke orang lain dengan biaya sewa Rp.6000/hari.

Ternyata keputusan itu tak salah. Hasil yang didapat Bowo sebagai tukang ojek jauh lebih besar. Ia bisa mendapatkan rata rata Rp.30000/hari. Penghasilan tersebut setelah dikurangi bayar sewa motor, bensin, dll sebesar Rp.20000. 3 tahun lamanya pekerjaan ini Bowo jalani hingga akhirnya mampu membeli motor sendiri.

Menginjak usia 20 tahun, Bowo memutuskan untuk menikah dengan wanita pujaan hatinya, Marfungah. Ia juga megerjakan segala pekerjaan sampingan, termasuk berjualan handphone. Karena sehari harinya mangkal di depan apartemen Metro Sunter, pelanggan ojeknya pun kebanyakan dari penghuni apartemen tersebut. “Bahkan beberapa orang yang tinggal di apartemen meminta saya mencucikan mobil mereka. Waktu itu saya tidak peduli apa yang harus saya kerjakan, yang penting menghasilkan uang,” katanya.

Pengalaman cuci mobil membuat Bowo lantas berasumsi bahwa banyak penguni apartemen yang membutuhkan jasa pencucian mobil. Kemudian ia menemui manajemen apartemen untuk menyewa ruangan parkir sebagai tempat cuci mobil. Pihak manajemen pun ridak keberatan.

Awal tahun 2002, Bowo mulai menjual motor yang sehari harinya digunakan untuk mengojek untuk menyewa tempat di lantai basement apartemen. Ia menyewa 2 lot parkir dengan biaya Rp.150000/bulan. Usaha ini ternyata berhasil. Sehari ia bisa mendapatkan Rp.100000-Rp.150000 dengan tarif sekai cuci Rp.10000. Pekerjaan ini dilakukannya sendirian.
Bisnisnya pun kian ramai. Bowo akhirnya mulai mencari anak buah serta mulai melebarkan sayap ke apartemen apartemen lainnya di Jakarta. Ia pun membuka 5 cabang bisnis cuci mobil. Namun Bowo merasa ekspansi bisnisnya kurang cepat. Bowo kemudian mencoba membuka usaha cuci mobil di pinggir jalan. Bowo juga berkeliling Jakarta, dari bengkel ke bengkel, menjajakan shampo mobil sambil membawa tabung snow wash yang ia beli dari salah satu perusahaan. Dari berkeliling Jakarta, Bowo melihat kalau peluang menjual tabung snow wash sangat bagus. Dalam sebulan, ia bisa menjual empat tabung. Bowo pun terinspiraasi untuk membuat tabung dan sabun snow wash sendiri. Awalnya Bowo hanya memproduksi 5 buah tabung berikut shamponya, yang ia jajakan keliling Jakarta. Ia menitipkan barang produksinya di Pasar Glodok, tempat menjual peralatan teknik. Seiring meningkatnya permintaan, Bowo juga memperbesar produksinya.

Bowopun mulai membentuk beberapa agen di luar kota, antara lain di Makassar, Samarinda, Manado, dan Sumatera. Kini perusahaan Bowo, PT. Master Snow Indonesia, mampu memproduksi dan menjual sekitar 200-250 tabung snow wash per bulan dan 500-700 galon shampo per bulan. Bahnakn ia sudah mampu mengekspor peralatan peralatan itu ke Afrika dan India. Memasuki tahun 2009, Bowo mulai membuat outlet outlet yang tersebat di Jakarta untuk prototipe peralatannya. Bersamaan dengan itu, perkembangan bisnis cuci mobilnya sendiri juga kian gemilang. Keduannya mampu digerakkan secara cepat. Dari situ Bowo juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Ia memiliki lebih dari 100 orang karyawan yang rata rata dari kelas menengah kebawah atau putus sekolah. Bowo juga sering memberikan training bagi mereka.

45000 Anak Idap Kelainan Jantung per Tahun

Kelainan jantung ternyata tak hanya dialami orang dewasa. Sebanyak 45000 anak Indonesia per tahun terdeteksi lahir dengan kelainan jantung. Penyakit jantung pada anak mayoritas merupakan bawaan dengan tingkat kejadian sekitar 1% per 100 bayi. Ada banyak faktor yang membuat anak terkena penyakit jantung bawaan. Diantaranya akibat kebocoran di sekat bilik jantung, ada kelainan di katup jantung atau kardiorepati, terdapat kelainan pada otot jantung anak. Biasanya ibu hamil dengan penyakit diabetes juga memiliki resiko penyakit jantung bagi anaknya. Pengenalan penyakit jantung pada orang tua menjadi penting karena sebenarnya beberapa sebab lain kelainan jantung juga dapat dicegah sejak masa kehamilan. Faktor genetik memang mendominasi. Beberapa kelainan jantung pada anak juga bisa kompleks sehingga umur 1-2 minggu, anak harus dioperasi. Di Jakarta, alat deteksi untuk kelainan jantung hanya ada di 5 rumah sakit. salah satunya di RS Eka Hospital. Para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab kelainan jantung pada anak. Namun penggunaan obat tertentu diindikasikan sebagai penyebab pertumbuhan jantung anak yang tidak sempurna saat dalam kandungan, terutama dalam 12 minggu atau trisemester pertama.

Quote Francois Mittterrand (Mantan Presiden Prancis)


"Seseorang akan kehilangan kontak dengan realitas jika ida tidak dikelilingi oleh buku-bukunya"

Quote Abraham Maslow (Filusuf dan psikolog AS)


"Jika alat yang anda miliki hanya sebuah palu, Anda akan cenderung menganggap setiap persoalan sebagai paku."